I am sailing, I am sailing,
home again, ‘cross the sea.
I am sailing, stormy waters,
to be near you, to be free.
I am flying, I am flying,
like a bird, ‘cross the sky.
I am flying, passing high clouds,
to be with you, to be free.
Can you hear me, can you hear me
through the dark night, far away,
I am dying, forever crying,
to be with you, who can say.
Can you hear me, can you hear me,
through the dark night far away.
I am dying, forever crying,
to be with you, who can say.
We are sailing, we are sailing,
home again ‘cross the sea.
We are sailing stormy waters,
to be near you, to be free.
Oh Lord, to be near you, to be free.
Oh Lord, to be near you, to be free,
Oh Lord.
Kalo mau dengerin lagunya bisa download disini
Posted: June 22nd, 2009 by Opik
| File Under Semauku.. | 1,153 views
Aku… harus bisa mengalahkan
Malam malam kesepian
Yang menjadi musuh besarku
Aku…harus bisa menaklukan
Hari hari sendirian
Yang menjadi lawan tangguhku
Reff
Tak ada yang akan bisa meruntuhkan niatku..
Tuk bertemu..memeluk..
Dan menyanding
Meski surya membenamkan tubuhku di lautan
Kutunggu sampai samudra mengering…
Kutunggu sampai samudra mengering…
Thanks to Allah SWT….
Thanks to Jikustik….
Thanks to all who love me….
Thanks to all who think that live is belong to Allah SWT….
Download Here….
Posted: June 19th, 2009 by Opik
| File Under Semauku.. | 292 views
“Robbisyrohli Sodri Wayassirly
Amri Wahlul uhdatam Millisaani,
yafqohu qouli”..
:cool: :cool:
Posted: June 17th, 2009 by Opik
| File Under Semauku.. | 1,091 views
“Malam tadi, si anak kecil itu masih juga duduk di pelataran parkiran sebuah warung makanan frienchise yang sekarang cukup diminati orang-orang kaya yg datang dengan mobil mewah mereka. Anak kecil itu masih menahan kantuk dan lelah yg didapatnya semalam. Namun, dengan rendah hati dan semangat anak kecil itu masih tetap bertanggung jawab atas tugas yg diberikan kepadanya. Ya, tugas yg sebenarnya paksaan untuknya. Tugas yg sebenarnya memang blm pantas dia lakukan. Tugas itu tanpa didasari kasih sayang orang tua yg seharusnya tidak pernah membiarkan dia seperti itu. Akan tetapi, tugas itu jugalah yg selama ini menghidupi keluarganya….”
FA, inisial anak itu. Siswa SD kelas 6. Saat ini masih menjalani ujian…..dan masih harus tetap bekerja di pelataran parkiran….
FA memiliki 9 saudara. tiga orang sudah berkeluarga, dan tidak mau tahu lagi terhadap kondisi keluarganya sekarang. 6 orang masih bertahan di kesempitan rumah mereka….
FA menjalani kesehariannya dengan tetap bersekolah di sebuah SD sederhana di kota Padang. Sepulang sekolah jam 11.00 wib, FA langsung menjalani tugasnya sebagai petugas parkir di sebuah rumah makan frienchise di dekat rumahnya. Tugas itu dia jalani dengan ikhlas. Walau dia sebenarnya tidak suka. Tidak pernah ada waktu belajar untuknya, tidak pernah ada waktu bermain untuknya. Syukurlah, dia memiliki teman-teman yang selalu bersedia untuk menemanina di pelataran parkir, tempat dia bekerja dan berpeluh itu..
FA setiap harinya berada di pelataran parkir yg kejam itu sampai rumah makan tersebut tutup. Biasanya sampai jam 9 malam. Akan tetapi, kalau hari libur bisa sampai jam 10 malam.
FA mengakui bahwasanya dia memang tidak pernah menyukai pekerjaan itu. Ia dipaksa. Bapaknya yg memang sangat pemarah, kerjanya hanya dirumah saja seharian. Pendapatan FA setiap harinya akan dibagi dua dengan si bapak yg kejam dan tidak pernah berlaku sayang kepadanya itu.
FA memang sangat bertanggung jawab dengan tugasnya. Untuk mobil, FA akan menghantarkan dari mulai pelataran parkir sampai dengan seberang jalan akan kemana arah mobil tersebut. FA memang tangguh. FA berani menghadapi lalu lintas sepadat itu untuk memudahkan orang-orang kaya yg sudah kenyang itu menyeberangkan mobil mereka. Dengan tubuh yg masih sekecil itu, tak ada gentar sedikitpun….
FA….aku salut dek….
FA….kamu harus memiliki cita-cita….
Posted: June 16th, 2009 by Opik
| File Under Semauku.. | 322 views
Pernah suatu ketika, mylan bersama hati nuraninya berjalan dengan hanya bermodal suatu keputusan dan komitmen. Mylan memiliki sebuah keputusan untuk menjalani sebuah jalan terjal yang lumayan cukup sepi juga ternyata. Akan tetapi, dia percaya, suatu saat jalan itu akan menjadikan dirinya seorang yang kuat..!! Seorang yang tidak pernah takut untuk sekalipun bersimbah dengan darah kepiluan.. ataupun bersimbah dengan tusukan prasangka buruk yang seringkali dialamatkan oleh orang-orang yang malah sebenarnya melakukan sendiri apa yang dia prasangkakan itu….
Mylan berjalan terus dengan sebuah keyakinan.. Perjuangan ini tidak akan pernah selesai, karna perjuangan itu akan ada selama kita “merasa” masih hidup.. Selama kita masih tetap “berfikir”.. ataupun selama kita masih merasa kita memiliki iman..
Monggo.. Dibaca Selengkapnya.. »
Posted: May 21st, 2009 by Opik
| File Under Semauku.., The Art | 655 views
Maaf kalo huruf2 dialognya di gambarnya kurang jelas, gambarnya diklik kanan aja, trus pilih view image.. trus untuk kembali kehalaman blog, klik aja tombol back di browser….
Sumber dari ngaskus & alamat di halaman terakhir komik.
Apa yang bisa kita nilai disini..??
“Makanya, jangan kelamaan ngambil keputusan..!! Tapi beranikan diri mengambil sebuah keputusan..Bismillah..Trus buktikan kalo keputusan yang kita ambil itu memang benar..!!”
:nanana:
:nanana:
Posted: May 17th, 2009 by Opik
| File Under Semauku.. | 2,491 views
Hm.. dari judulnya udah jelaslah ya, maksud awak ni..
Aku nyampek di padang tanggal 26 Maret kemarin, mulai “ngantor” besoknya atau tanggal 27 Maret. Nah, seingatku waktu itu ni badan masih punya berat sekitar 74 kiloan lah.. Lha, sekarang..?? 77..!!
:thinking:
Selain sarapan lontong rutin tiap paginya (Lontong pake kuah kacang + telur + bakwannya 2), ada juga jatah makan siang yg isinya melulu nasi padang. Kalo disuruh pilih pun ya pilihannya kalo gak ayam gulai, ayam goreng, ayam semur, ayam rendang, rendang, dendeng, ikan panggang, ikan gulai, atau telur.
Nah, yg makan malem ni yg gawat…. SERING KULINER..!!
Monggo.. Dibaca Selengkapnya.. »
Posted: May 17th, 2009 by Opik
| File Under Semauku.. | 1,077 views
:keren:
:keren:
Sekawanan semut yang sanggup berjalan beriringan dengan rapi….
Tanpa rasa gundah dan tanpa takut kehilangan satu teman pun….
Semut itu slalu melintasi jalur kepercayaan dengan tujuan yang sama….
Sebuah jalur yang dibangun bersama….
Sebuah jalur yang harus dilintasi bersama….
Sebuah jalur yang harus dijaga bersama….
Semut tersebut tak perlu mengimpikan tuk bisa terbang….
Cukup dengan sahutan demi sahutan….
Jabatan demi jabatan tangan….
Dan merekapun semakin saling mencintai apa yg sudah mereka bangun….
Monggo.. Dibaca Selengkapnya.. »
Posted: May 4th, 2009 by Opik
| File Under Semauku.. | 431 views